Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dalam Islam.
Allah Swt berfirman:
“Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)
Artinya, satu malam ibadah pada malam itu nilainya lebih baik daripada ibadah selama lebih dari 83 tahun.
Karena kemuliaannya, Rasulullah ﷺ sangat bersungguh-sungguh mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Lalu bagaimana cara meraihnya?
Perbanyak shalat malam (qiyamul lail), tarawih, dan tahajud.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang doa yang dibaca saat Lailatul Qadar.
Beliau menjawab:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
(HR. Tirmidzi)
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memaafkan, maka maafkanlah aku.”
Malam itu adalah malam turunnya Al-Qur’an, maka membaca dan merenungkannya menjadi ibadah yang sangat dianjurkan.
Dalam riwayat disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kita tidak pernah tahu malam mana Lailatul Qadar terjadi.
Karena itu para ulama mengatakan:
cara terbaik mendapatkannya adalah menghidupkan semua sepuluh malam terakhir dengan ibadah.
Semoga Allah mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar dan menerima semua amal ibadah kita.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


No comments:
Post a Comment