Kita semua tertipu.Bukan oleh orang lain—tetapi oleh diri kita sendiri.
Setiap pagi kita bangun dengan rencana,
mengejar harta, jabatan, pujian, dan kesenangan.
Kita berkata, “Masih panjang waktu.”
Padahal jarum umur tidak pernah berhenti berdetak.
Kita mengira sedang berjalan menuju masa depan,
padahal setiap langkah justru mendekatkan kita ke liang lahat.
Langkah kecil hari ini,
adalah jarak yang semakin pendek menuju kematian.
Lihat hidup kita—
lahir, tumbuh, sibuk, lelah, renta… lalu diam.
Dan saat itu tiba,
tak ada gelar yang ikut turun ke kubur,
tak ada harta yang menemani,
tak ada pengikut yang membela.
Yang tersisa hanya amal.
Yang berbicara hanya perbuatan.
Yang menolong atau menghancurkan
adalah apa yang kita lakukan saat masih bernapas.
Ironisnya,
kita begitu takut miskin,
tapi santai menghadapi dosa.
Kita panik kehilangan dunia,
namun tenang menunda taubat.
Ingat—
kubur tidak menanyakan siapa kamu,
tetapi apa yang kamu bawa.
Dan kematian tidak datang saat kita siap,
ia datang saat waktunya habis.
Jika hari ini masih diberi hidup,
itu bukan jaminan,
itu peringatan.
Berhentilah tertipu.
Karena setiap detik yang berlalu,
kita tidak sedang menuju masa depan—
kita sedang pulangKita semua tertipu.
Bukan oleh orang lain—tetapi oleh diri kita sendiri.
Setiap pagi kita bangun dengan rencana,
mengejar harta, jabatan, pujian, dan kesenangan.
Kita berkata, “Masih panjang waktu.”
Padahal jarum umur tidak pernah berhenti berdetak.
Kita mengira sedang berjalan menuju masa depan,
padahal setiap langkah justru mendekatkan kita ke liang lahat.
Langkah kecil hari ini,
adalah jarak yang semakin pendek menuju kematian.
Lihat hidup kita—
lahir, tumbuh, sibuk, lelah, renta… lalu diam.
Dan saat itu tiba,
tak ada gelar yang ikut turun ke kubur,
tak ada harta yang menemani,
tak ada pengikut yang membela.
Yang tersisa hanya amal.
Yang berbicara hanya perbuatan.
Yang menolong atau menghancurkan
adalah apa yang kita lakukan saat masih bernapas.
Ironisnya,
kita begitu takut miskin,
tapi santai menghadapi dosa.
Kita panik kehilangan dunia,
namun tenang menunda taubat.
Ingat—
kubur tidak menanyakan siapa kamu,
tetapi apa yang kamu bawa.
Dan kematian tidak datang saat kita siap,
ia datang saat waktunya habis.
Jika hari ini masih diberi hidup,
itu bukan jaminan,
itu peringatan.
Berhentilah tertipu.
Karena setiap detik yang berlalu,
kita tidak sedang menuju masa depan—
kita sedang pulang